Kabupaten Kudus termasuk
kategori kota kecil, dengan luas wilayah 42.515 Ha, dari barat ke timur
sepanjang 16 Km dan dari Utara ke Selatan sepanjang 22 Km. Terdiri dari 9
kecamatan, 126 desa dan 9 kelurahan, 657 RW dan 3453 RT. Secara geografis, Kabupaten Kudus terletak di
antara 110 36’ dan 110 50’ BT (Bujur Timur) serta 6 51’ dan 7 16’ LS (Lintang
Selatan). Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pati dan Kabupaten Jepara,
Bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Pati, di sebelah Selatan berbatasan
dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak dan sebelah Barat berbatasan
dengan Kabupaten Jepara. Dari pusat ibu kota propinsi Jawa Tengah, Semarang,
berjarak 51 Km. Secara geografis letak Kudus yang ada di persimpangan antara jalur
Semarang–Pati–Surabaya, maupun Jepara–Pati–Rembang dan sebagainya, menjadikan
kota ini sangat strategis, sebagai kota transit atau persinggahan. Ketinggian dari permukaan air laut rata-rata
55 M. Dari segi iklim termasuk iklim tropik dengan temperatur sedang. Sedang
curah hujan relatif rendah, rata-rata di bawah 3000 mm/tahun dan berhari hujan
rata-rata 150 hari/tahun. Suhu udara maksimum ada pada bulan September 29,4’
Celsius dengan suhu terendah pada bulan Juli 17,6’ Celsius.
Dilihat dari topografi wilayah,
Kota Kudus merupakan wilayah dataran, bergelombang, curam, dan sangat curam.
Wilayah dataran terdapat di Kecamatan Kota, Jati,
Kaliwungu,Undaan, Mejobo, Jekulo luas 28.863,90 Ha. Wilayah bergelombang
terdapat di Kecamatan Bae luas 6.665,27. Wilayah curam
terdapat di Kecamatan Bae luas 6.665,27. sedangkan wilayah sangat curam
terdapat di Kecamatan Dawe luas 3.939,50. Sebagian wilayah utara
terdapat pegunungan (Pegunungan Muria), dengan puncaknya Gunung Sutorenggo
(1.602 meter), Gunung Rahtawu (1.522 meter), dan Gunung Argojembangan (1.410
meter). Sungai terbesar adalah Kali Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi
Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak (Kudus dalam Angka, 2008).
Dari luas Kabupaten Kudus
sebesar 42.516 Ha, penggunaan lahan terbagi menjadi lahan persawahan, lahan
kering dan peruntukan lahan lainnya. Lahan persawahan Di
Kabupaten Kudus seluas 21.704 Ha terdiri dari: Sawah berpengairan teknis seluas
4.203 Ha. Sawah berpengairan setengah teknis 5.756 Ha. Sawah berpengairan
sederhana seluas 3.429 Ha. Sawah tadah hujan seluas 7.698 Ha. Lainnya ( rawa
dan sungai ) seluas 618 Ha.
Lahan kering di Kabupaten Kudus seluas 18.552 Ha
terdiri dari: Bangunan dan halaman 9.983 Ha. Tegal, kebun, ladang, huma seluas
6.100 Ha. Sementara tidak diusahakan 168 Ha. Lahan untuk tanaman kayu dan hutan
rakyat 139 Ha. Perkebunan negara 112 Ha. Hutan negara 1.882 Ha. Lainnya 168 Ha.
Kudus merupakan nama yang
diambil dari bahasa Arab. Meskipun masyarakat Kudus tidak ke-arab-araban, namun
akulturasi menarik dengan menara
sebagai simbolnya, mengekspresikan bahwa masyarakat Kudus sebagai masyarakat
religius yang mengakomodir budaya lokal. Di samping dikenal sebagai masyarakat
religius, masyarakat Kudus dikenal beretos kerja tinggi. Sektor industrinya
luar biasa, serta banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang tidak ternilai
harganya. Di Kabupaten Kudus terdapat tidak kurang dari 7280 perusahaan dan
industri besar, sedang dan kecil. Jumlah itu meliputi industri rumah tangga dan
industri non rumah tangga yang dapat diaktegorikan perusahaan. Untuk industri
kecil dan rumah tangga terdapat 7147 buah yang tersebar di sembilan kecamatan,
yang menyerap 32.446 tenaga pekerja. Sedang perusahaan besar dan sedang
tercatat sebanyak 211 perusahaan yang menyerap 61.859 orang (Kudus dalam Angka, 2008).
(Faesal)
(Faesal)
3 komentar:
Good!. . . . .!
Baguss bangett, , , ,
iri aku!!!
wah keren ya kudus...aku pendatang nih di kudus..baru 3 tahun jdi belum banyak tau tentang kuudus..hehe
thanks gan infonya..:)
Posting Komentar