Asing dengan Gebyok Kudus? Itu merupakan hal yang sangat umum. Tapi tentu saja tidak asing dengan rumah adat Kudus. Kudus yang memiliki 9 kecamatan (Kaliwungu, Kota Kudus, Mejobo, Dawe, Gebog, Bae, Undaan, Jati, Jekulo) memilki rumah adat yang khas. Rumah Adat Kudus memiliki atap berbentuk joglo pencu, dengan bangunan yang didominasi seni ukir empat dimensi khas Kota Kudus yang merupakan perpaduan gaya seni ukir dari budaya Hindu, Persia (Islam), Cina, dan Eropa. Rumah ini diperkirakan mulai dibangun pada tahun 1500-an M dengan bahan baku utama (95%) dari kayu jati (tectona grandis)berkualitas tinggi dengan sistem pemasangan knock-down (bongkar pasang tanpa paku).
Nah, bagian yang paling khas dari rumah adat Kudus adalah gebyok. Gebyok merupakan pembatas ruang tamu (jogo satru) dengan ruang keluarga yang terbuat dari kayu jati. Namun dalam perkembangannya, gebyok banyak dibuat dengan ukuran yang bervariasi, tidak lagi berdasarkan ukuran standart di rumah adat kudus. Hal tersebut dikarenakan menyesuaikan dengan permintaan pemintanya yang banyak mengfungsikan gebyok Kudus sebagai :
1. Penghias ruangan Pembatas antara lingkungan kolam renang dengan teras rumah
2. Penyekat/pembatas antara ruang keluarga dengan kamar per kamar
3. Background untuk ruang santai
2. Penyekat/pembatas antara ruang keluarga dengan kamar per kamar
3. Background untuk ruang santai
Namun, sejauh ini banyak masyarakat Kudus yang masih minim pengetahuan tentang Gebyok. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat budaya lokal masih dipandang sebelah mata. Sehingga banyak industri di dalam maupun luar Kudus yang mempromosikan Gebyok dengan berbagai ukuran maupun harga. Ini merupakan penghargaan tersendiri bagi Kota Kudus karena mampu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
Setelah melakukan banyak wawancara lokal dengan para pelajar ternyata hanya 1 dari 10 pelajar yang mengetahui tentang gebyok. Hal ini merupakan tanda awal dari lunturnya kebudayaan lokal. Untuk itu sebagai kaum muda mari kita salurkan pengetahuan dalam mengenai gebyok Kudus.(Faesal)
0 komentar:
Posting Komentar